Selasa, 06 Agustus 2013

Gn. Kinabalu (4. 094 mdpl)


Lupakan sejenak tentang perselisihan Indonesia dengan Malaysia. Indonesia memang terkenal dengan pemandangan alam maupun gunung-gunungnya. tapi tak ada salahnya jika kita menoleh sedikit ke tetangga kita. Gunung Kinabalu, Gunung tertinggi di Malaysia. Gunung ini menyajikan pemandangan yang eksotik bagi mata para pendakinya. Berikut ini ulasan selengkapnya tentang Gunung Kinabalu.

SABAH - Siapa yang tak tahu Gunung Kinabalu? Salah satu gunung tertinggi di Asia Tenggara ini menjadi salah satu objek wisata unggulan yang ditawarkan Sabah untuk menarik wisatawan Indonesia.

Sabah Tourism Board kini sedang gencar melakukan promosi pariwisata yang ada di daerahnya. Indonesia pun menjadi salah satu target promosinya, sayang jumlah wisatawan Indonesia yang datang ke Sabah saat ini belum terlalu banyak. Bahkan dalam satu tahun jumlahnya pun baru mencapai puluhan ribu orang saja.

“Saat ini kebanyakan yang datang itu masih dari Asia. Misalnya saja Cina, Hongkong, Jepang, dan Korea. Eropa pun ada tapi masih tidak terlalu ramai. Sementara untuk wisatawan Indoensia pun cukup banyak, mereka biasanya berasal dari Jakarta dan juga Tarakan, sayangnya jumlahnya masih belum mencapai ratusan ribu,” tutur Bobby Alex, Marketing Manager Sabah Tourism Board kepada Okezone.

Dari sekian banyak wisatawan yang datang ternyata kebanyakan memilih untuk berwisata ke Gunung Kinabalu. Melihat tingginya minat tersebut, Sabah Tourism Board pun gencar menawarkan wisata olahraga dan petualangan bagi masyarakat Indonesia.

Gunung Kinabalu merupakan salah satu gunung tertinggi yang ada di Asia tenggara, maka tak heran jika saat ini Gunung Kinabalu semakin populer di kalangan wisatawan.

“Saat ini memang sangat ramai orang ke Kinabalu, orang Indonesia pun selalu ada yang ingin pergi ke Kinabalu apalagi fasilitas pendakian sudah lengkap dan jalurnya pun tak terlalu sulit sehingga dapat dilalui oleh pendaki dari berbagai usia. Bahkan saat ini, untuk naik ke Kinabalu wisatawan harus booking terlebih dahulu sekira tiga bulan sebelumnya,” jelasnya.

Foto Kinabalu :



Fungsi gunung

Dengan perpanjangannya yang menghujam jauh ke dalam maupun ke atas permukaan bumi, gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi yang berbeda, layaknya pasak. Kerak bumi terdiri atas lempengan-lempengan yang senantiasa dalam keadaan bergerak. Fungsi pasak dari gunung ini mencegah guncangan dengan cara memancangkan kerak bumi yang memiliki struktur sangat mudah bergerak.
Al Qur’an mengarahkan perhatian kita pada fungsi geologis penting dari gunung.

"Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka..." (Al Qur'an, 21:31)
Sebagaimana terlihat, dinyatakan dalam ayat tersebut bahwa gunung-gunung berfungsi mencegah goncangan di permukaan bumi.
Kenyataan ini tidaklah diketahui oleh siapapun di masa ketika Al Qur’an diturunkan. Nyatanya, hal ini baru saja terungkap sebagai hasil penemuan geologi modern.
Menurut penemuan ini, gunung-gunung muncul sebagai hasil pergerakan dan tumbukan dari lempengan-lempengan raksasa yang membentuk kerak bumi. Ketika dua lempengan bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip di bawah lempengan yang satunya, sementara yang di atas melipat dan membentuk dataran tinggi dan gunung. Lapisan bawah bergerak di bawah permukaan dan membentuk perpanjangan yang dalam ke bawah. Ini berarti gunung mempunyai bagian yang menghujam jauh ke bawah yang tak kalah besarnya dengan yang tampak di permukaan bumi.
Dalam tulisan ilmiah, struktur gunung digambarkan sebagai berikut:
Pada bagian benua yang lebih tebal, seperti pada jajaran pegunungan, kerak bumi akan terbenam lebih dalam ke dalam lapisan magma. (General Science, Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 305)
Dalam sebuah ayat, peran gunung seperti ini diungkapkan melalui sebuah perumpamaan sebagai "pasak":

"Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?" (Al Qur'an, 78:6-7) 
Dengan kata lain, gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi dengan memanjang ke atas dan ke bawah permukaan bumi pada titik-titik pertemuan lempengan-lempengan ini. Dengan cara ini, mereka memancangkan kerak bumi dan mencegahnya dari terombang-ambing di atas lapisan magma atau di antara lempengan-lempengannya. Singkatnya, kita dapat menyamakan gunung dengan paku yang menjadikan lembaran-lembaran kayu tetap menyatu.
Fungsi pemancangan dari gunung dijelaskan dalam tulisan ilmiah dengan istilah "isostasi". Isostasi bermakna sebagai berikut:
Isostasi: kesetimbangan dalam kerak bumi yang terjaga oleh aliran materi bebatuan di bawah permukaan akibat tekanan gravitasi. (Webster's New Twentieth Century Dictionary, 2. edition "Isostasy", New York, s. 975)
Peran penting gunung yang ditemukan oleh ilmu geologi modern dan penelitian gempa, telah dinyatakan dalam Al Qur’an berabad-abad lampau sebagai suatu bukti Hikmah Maha Agung dalam ciptaan Allah.

"Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka..." (Al Qur'an, 21:31)

Dengan tulisan ini semoga banyak yang sadar akan gunanya gunung bagi manusia.
"Hargailah alam! maka alam akan menghargaimu!"

Percayakah anda bahwa gunung bergerak?

Dalam sebuah ayat, kita diberitahu bahwa gunung-gunung tidaklah diam sebagaimana yang tampak, akan tetapi mereka terus-menerus bergerak.

"Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al Qur'an, 27:88)

Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.
Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh Wegener dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915, sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di kutub selatan.
Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia, Antartika dan India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri dari Eropa, Amerika Utara dan Asia, kecuali India. Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil.
Benua-benua yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan di Bumi.
Pergerakan kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut:
Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, dan beberapa lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantic menjadi sedikit lebih lebar. (Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 30)
Ada hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini: dalam ayat tersebut Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. (Kini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah "continental drift" atau "gerakan mengapung dari benua" untuk gerakan ini. (National Geographic Society, Powers of Nature, Washington D.C., 1978, s.12-13)
Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qur’an bahwa fakta ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qur’an.

Kamis, 20 Juni 2013

Pesona wisata ujung selatan Wonogiri

detikTravel Community - 
Tak hanya Bali atau Lombok, Wonogiri di Jateng juga punya pantai berpasir putih. Ada hamparan pasir, bebatuan karang, dan lautan biru di pantai ini. Pantai Nampu juga belum banyak dikunjungi traveler sehingga masih bersih.
keindahan pantai nampu dari atas bukit

Pantai bersih dengan hamparan pasir putih

kejernihan air laut di pantai nampu


Wonogiri di Jawa Tengah punya pemandangan cantik mulai dari gunung hingga pantai. Bagi traveler pecinta pantai, cobalah datang ke Pantai Nampu. Ini adalah sebuah gugusan pantai pasir putih yang tergolong masih perawan, karena keindahan yang belum banyak terjamah manusia.

Pantai Nampu terletak di Desa Dringo, Kelurahan Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri. Jarak tempuh dari Kota Wonogiri ke Pantai Nampu sekitar 70 km atau butuh sekitar 2 jam untuk tiba di sana.

Deburan ombak yang beradu dengan karang-karang putih, menjadi salah satu titik keindahan yang dimiliki pantai ini. Pantai Nampu memiliki sekitar 3 titik pantai yang dipisahkan oleh gundukan daratan hijau.

Selain pantai berpasir putih, Nampu juga menawarkan sebuah keindahan dan kealamian yang belum tercemar oleh polusi. Sebuah maha karya Tuhan di ujung selatan Wonogiri!

Rute perjalanan dapat Anda tempuh dari Kecamatan Ngadirojo-Kecamatan Baturetno-Giriwoyo-Giri Tontro-Perempatan Giri Belah-Paranggupito. Jika Ada dari Surakarta dapat mengambil jalur Kota Wonogiri ke Paranggupito, kemudian akan sampai di perempatan Giri Belah dan diteruskan ke Kecamatan Paranggupito.

Pantai Nampu yang belum dipegang oleh pemda setempat, sampai sekarang masih tetap menjadi tanggungan warga sekitar pantai untuk menuai pendapatan. Jika Anda datang pada hari-hari kerja, kemungkinan besar akan mendapatkan Pantai Nampu dalam keadaan sepi dan seperti pantai milik pribadi.

Pantai Nampu masih tergolong perawan, jika dibanding dengan Pantai Parangtritis, Krakal, Baron, dan lain-lain. Potensi wisata di sini sungguh luar biasa. Walaupun berada di pelosok yang jauh dari hiruk pikuk kota, namun jalanan menuju pantai ini sudah sangat baik dan nyaman untuk dilalui. Baiknya, Anda menggunakan kendaraan pribadi dikarenakan belum ada angkutan umum yang lewat sini.

Selama perjalanan menuju pantai, Anda akan disuguhkan pemandangan khas bebatuan karst dan bukit-bukit hijau dengan tumbuhan yang menyejuk hati dan mata. Udara begitu bersih dan menyegarkan, menjadi panorama tambahan bagi Anda sebelum mencicipi bibir lautan selatan milik Wonogiri.

Tiket masuk pantai hanya Rp 2.000 dan ditambah dengan uang untuk parkir kendaraan sebesar Rp 2.000 saja. Sangat murah sekali, jika kita bandingkan dengan keindahan pantai di depan mata.

Anda bisa berenang sepuasnya di Pantai Nampu. Tapi ingat, Anda harus berhati-hati karena arus lautan selatan Jawa yang terkenal kencang di sini. Ditambah tidak adanya petugas pantai, maka Anda harus ekstra waspada saat berenang.

Es kelapa muda menjadi pelepas dahaga setelah bermain di pantai. Penduduk setempatlah yang menjual minuman ini, buahnya diambil langsung dari pohon. Selain itu, mereka hanya menjajakan mie sebagai menu utama. Jadi, lebih baik Anda membawa bekal dari rumah ya!

Kurang cukup sehari? Silakan mendirikan tenda untuk kemping di bukit-bukit sekitar pantai. Siap-siap dibius suasana malam Pantai Nampu dengan lampu dari perahu nelayan yang kerlap-kerlip di atas lautan. Indah sekali!

Pantai Nampu cocok untuk menjadi destinasi akhir pekan Anda. Sunset dan sunrise pun terlihat jelas dari pantai ini. Silakan mampir ke Pantai Nampu dan buktikan sendiri keindahannya.

Biaya perjalanan ke gunung Rinjani (dari solo)






Gunung Rinjani, salah satu gunung yang Saya impikan untuk didaki. Keinginan ini sudah lama Saya pendam dan rencananya pertengahan tahun ini akan Saya realisasikan bersama beberapa teman sependakian. Namun, banyak teman-teman bertanya berapa biaya yang dihabiskan untuk bisa sampai ke sana. Jawabannya adalah relatif, mau mahal atau murah. Yang mahal bisa di atas 500ribu, yang murah bisa di bawah 500ribu. Absolutely, pilihannya adalah yang murah.

Sekilas Gunung Rinjani
Gunung Rinjani memiliki ketinggian 3.726 mdpl yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung Rinjani merupakan Gunung tertinggi ketiga di Indonesia dan paling favorit dikalangan para pendaki. Gunung ini termasuk bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang luasnya 41.330 ha. Suhu rata-rata sekitar 20 derajat, terendah mencapai 12 derajat celcius. Waktu pendakian paling baik antara bulan Juni - September.

Ada tiga jalur yang bisa di gunakan para pendaki Rinjani, yaitu jalur Senaru, jalur Sembalun, dan jalur Torean. Jalur Senaru adalah jalur yang paling umum digunakan dan bisa menghabiskan waktu 10-12 jam untuk mencapai puncak. Jalur Senaru juga jalur yang ramai. Jalur ini didominasi padang savana di awal perjalanan dan menghabiskan waktu 9-10 jam untuk mencapai puncak. Sedangkan Torean merupakan jalur yang jarang digunakan. Kemiringan jalur ini berkisar 20-45 derajat. Biasanya pendaki memulai perjalanan dari Sembalun dan berakhir di Senaru.

How To Go There?
Untuk bisa pergi ke Gunung Rinjani bisa menggunakan moda transportasi darat atau udara. Namun, bagi penggemar wisata murah disarankan menggunakan jalur darat. Menggunakan jalur darat berarti harus siap repot. Ya, karena jika lewat darat, kita harus berganti transportasi beberapa kali mulai dari kereta api, kapal, bis, kapal lagi, dan bis lagi barulah sampai tempat tujuan.


Berangkat dari Solo, Anda harus menggunakan KA Sritanjung jurusan Banyuwangi. KA berangkat dari Jogja jam 07.30 dan akan tiba di Solo jam 08.30. Waktu tempuh KA menuju Banyuwangi sekitar 15 jam. Jadi, pintar2lah memanfaatkan waktu untuk menghilangkan bosan di perjalanan. Sebaiknya membeli tiket beberapa hari sebelum keberangkatan.


Setibanya di Banyuwangi, Anda bisa melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan. Jaraknya tidak jauh, hanya 15 menit perjalanan kaki. Berhubung waktu tiba sudah malam, sebaiknya Anda menginap di stasiun dan menyeberang selat pada waktu subuh.


Penyeberangan Selat Bali memakan waktu sekitar 1 jam. Setelah sampai di Pelabuhan Gilimanuk, akan ada pemeriksaan identitas oleh petugas pelabuhan. Untuk meneruskan perjalanan, Anda bisa mencari bis tujuan Terminal Ubung kemudian pindah transportasi menuju Pelabuhan Padang Bai. Biasanya di pelabuhan banyak mobil angkutan sudah mengantri. Kalau tidak mau repot pindah transportasi, bisa iuran untuk menyewa mobil yang akan mengantar langsung ke Padang Bai.


Waktu penyeberangan ke Lombok terhitung cukup lama, sekitar 4 - 5 jam. Tapi Anda tidak perlu khawatir, sebelum meninggalkan Bali terlalu jauh, pemandangannya cukup bagus. Begitu juga waktu akan merapat di Lombok. Sampai di Lombok, Anda harus berganti transportasi beberapa kali untuk bisa tiba di Sembalun. Lanjutkan perjalanan dari Lembar menuju Mataram menggunakan bis. Di terminal Mataram pindah transportasi lagi tujuan Aikmel, dan sekali lagi pindah angkot tujuan Sembalun Lawang. Transportasi ke Sembalun Lawang hanya sampai jam 12.00 WITA.


Akhirnya Anda tiba di Pintu Gerbang pendakian Sembalun. Sebaiknya bermalam sehari sebelum melakukan pendakian, mengingat jauhnya perjalanan Jawa - Bali - Lombok. Nah, silakan mengurus registrasi sebelum mendaki. Selamat mendaki..!! 


Berangkat dari Solo:

  • KA Sritanjung jurusan Yogyakarta - Banyuwangi, berangkat 07.30 - tiba 22.00 WIB. Tiket Rp 38.000
  • Kapal feri Ketapang - Gilimanuk, Rp 6.000
  • Gilimanuk - Terminal Ubung, Rp 20.000
  • Terminal Ubung - Padang Bai, Rp 25.000
  • Kapal feri Padang Bai - Lembar, Rp 31.000
  • Angkot Lembar - Mataram, Rp 15.000
  • Mataram - Aikmel, Rp 15.000
  • Aikmel - Sembalun Lawang, Rp 20.000
Total pengeluaran untuk transportasi adalah Rp 170.000


How to Back?
Jika sudah puas menghabiskan waktu di Rinjani, waktunya memikirkan cara pulang ke Solo. Jika turun melalui jalur Senaru, ongkos menuju Mataram sedikit lebih mahal dibandingkan Mataram ke Sembalun. Tidak terlalu jauh memang, hanya terpaut Rp 10.000. Dari Senaru, Anda bisa menggunakan ojek tujuan Pasar Bayan lalu ganti bis tujuan Mataram.


Dari Mataram menuju ke Solo, caranya sama dengan waktu berangkat. Menyeberang Selat Lombok, lalu melintasi daratan Bali, di lanjutkan menyeberang selat Bali dan akhirnya sampai lagi di Banyuwangi. KA Sritanjung tujuan Solo berangkat dari Banyuwangi jam 06.00 WIB. Jadi, jika kesiangan tiba di Banyuwangi disarankan untuk menikmati suasana Banyuwangi.


Pulang ke Solo:

  • Ojek Senaru - Ps. Bayan, Rp 20.000
  • Bis Ps. Bayan - Mataram, Rp 25.000
  • Angkot Mataram - Pelabuhan Lembar, Rp 15.000
  • Kapal feri Lembar - Padang Bai, Rp 31.000
  • Bis Padang Bai - Terminal Ubung, Rp 25.000
  • Bis Terminal Ubung - Pelabuhan Gilimanuk, Rp 20.000
  • Kapal feri Gilimanuk - Ketapang, Rp 6.000
  • KA Sritanjung jurusan Banyuwangi - Yogyakarta, berangkat 06.00 - tiba 21.00 WIB. Tiket Rp 38.000
Total pengeluaran untuk transportasi adalah Rp 180.000


Jadi, perhitungan biaya pergi dan pulang Solo - Rinjani - Solo sebesar Rp 350.000.
Sekian dulu untuk postingan kali ini. Jika pembaca memiliki cara lain (yang lebih murah tentunya), silakan membagikan pengalamannya di sini. Jangan lupa untuk jadi member kita ya..

Minggu, 16 Juni 2013

Pendakian Stillpala (Gn.Lawu)

Pos pendakian gunung lawu cemoro sewu


Cemoro Sewu Magetan Jawa timur
Pendakian gunung lawu dengan ketinggian 3269 mdpl dimulai dari basecamp Cemoro sewu yang terletak di Magetan Jawa Timur selisih 400 m dari basecamp cemoro kandang yang terletak di provinsi jawa tengah. Pendakian gunung lawu akan melalui trek bebatuan.
Bescamp Cemoro Sewu – Pos 1
Untuk mencapai Pos1 dibutuhkan waktu kurang lebih 1jam perjalanan. Melewati trek batu yang sudah ditata cukup rapi dan persawahan warga serta melewati hutan pinus dan hutan akasia. Trek menuju pos 1 ini cukup landai dan cukup ringan. Banyak terdapat shelter dan lahan kosong yang dapat dipergunakan untuk nge-camp.

Warung pos 1 gunung lawu
Warung di pos1
Pos 1 – Pos 2
Sebelum melanjutkan perjalanan menuju pos 2, lebih enak menyantap dulu makanan dan gorengan di warung pos 1, karena di pos 1 ini terdapat warung yang menyediakan minuman dan makanan. (Super sekali). Menurut saya inilah trek yang paling jauh diantara trek lain dalam pendakian gununglawu, kurang lebih membutuhkan waktu 2 – 2,5 jam untuk sampai di pos 2. Trek ini akan melewati batu-batu besar dan tanjakan yang cukup lumayan namun masih terdapat sedikit bonus. Dan menurut saya pos 2 ini adalah pos terkumuh yang saya liat, karena di pos ini banyak sampah yang ditinggal oleh orang yang tak bertanggung jawab.
Pos 2 – pos 3
Menuju pos 3 akan dihadapkan pada trek yang sudah mulai menanjak dengan trek tetap bebatuan dan mulai berliku, dibutuhkan waktu kurang lebih 1 – 1,5 jam untuk sampai pos 3. Sampai di pos 3 masuh terdapat shelter untuk beristirahat para pendaki.
Pos 3 – Pos 4
Di perjalanan menuju pos 4 ini pendaki akan mulai merasakan bau belerang yang berasal dari kawah. Trek menuju pos 4 menurut saya adalah trek yang cukup berat karena sudah sangat menanjak dan berliku dengan bebatuan yang cukup rapi. Namun ditrek ini terdapat besi pembatas yang dapat melindungi pendaki dari jurang-jurang. Dibutuhkan waktu kurang lebih 1jam perjalanan untuk sampai di pos 4.
sebelum pos 4
Ngeksis dulu di pos 4
pos 4

Pos 4 – Pos 5
Trek menuju pos 5 masih berupa tanjakan namun diselingi oleh jalan yang landai, dibutuhkan waktu kurang lebih 30 menit untuk sampai di pos 5. Pemandangan di sekitar pos 5 cukup indah dengan jurang berada disebelah kanan.
pos 5
Pos 5 – Sendang Drajat
Trek pos 5 gunung lawu
perjalanan menuju sendang drajat
Dibutuhkan waktu kuran lebih 15 menit untuk sampai di tempat yang sangat ditunggu-tunggu oleh sebagian besar para pendaki. Karena di tempat ini banyak sumber air yang melimpah dan adanya warung yang buka setiap hari. Jadi tak perlu khawatir kelaparan bagi para pendaki yang tidak membawa bekal. Warung mbok tho kalau tidak salah namanya. Diwarung tersebut pendaki juga dapat numpang menginap dan gratis. Tapi kalau makannya ya bayar.ha ha
sendang drajat
Warung mbok tho (sendang drajat) gunung lawu
Warung mbok tho

Sendang Drajat – Puncak Hargo dumilah
Puncak Hargo dumilah  adalah puncak tertinggi dari gunung lawu daripada 2 puncak lain yang berada di sekitar puncak hargo dumilah. Sebagian pendaki melakukan summit sekitar pukul 4.00 – 4.30 WIB untuk mendapatkan Sunrise yang menyegarkan. Perjalanan menuju puncak Hardo dumilah membutuhkan waktu sekitar 15 menit dengan trek tanjakan dan longsoran. Sebelum sampai di puncak tertinggi Gunung lawu ini kita akan menemui banyak pendaki yang nge-camp di sebelum puncak hargo Dumilah mungkin hanya sekitar 2-3 menit sebelum puncak.





Selain di puncak hargo dumilah masih terdapat 2 puncak yang dapat pendaki kunjungi, dan masih juga terdapat warung Mbok Yem yang biasanya sangat ramai dikunjungi oleh para pendaki. Butuh waktu kurang lebih 15 menit untuk sampai ke warung mbok yem dari warung mbok to (anak dari mbok yem).

Warung mbok yem
Foto dengan empunya Gn.Lawu (Mbok Yem) hehe :D
Puncak Hargodumilah 3269 mdpl
Puncak Hargodumilah 3269 mdpl
Puncak Hargodumilah 3269 mdpl
Nikmati perjalanan kalian dan rasakan kenikmatan dapat menyatu dengan alam, tanpa rasa sombong dan berbangga diri. salam lestari & Kebersihan Alam adalh milik kita bersama.



GALERI FOTO
Aji Capung
Aji (Bawah), Wiga (Atas kanan), Mas.Widhi ( Atas kiri)
Wiga Kokom
Mas.Widhi bugil :D
Indah bukan? ;)

Gunung Rinjani

Puncak gunung Rinjani diyakini oleh masyarakat Lombok sebagai tempat yang disucikan, dan danau Segara Anak-nya dijaga oleh Dewi Anjani. Kita jadi berpikir, apa sih yang membuat Rinjani menjadi sebegitu pentingnya sehingga dilindungi baik oleh manusia dan dewa? Jawabannya adalah: mahakarya panoramanya. Kealamian yang dimiliki gunung yang menjadi latar belakang utama pemandangan Lombok utara ini memang sangat layak untuk dijaga dan dinikmati. Oleh Dewi Anjani dan oleh kita semua.



Gunung Rinjani memiliki lima rute pendakian, masing-masing memiliki keindahan visual dan tingkat kesulitannya sendiri-sendiri. Mari kita bandingkan dua rute yang paling banyak dilewati oleh pendaki: rute Senaru dan dan rute Sembalun Lawang. Rute dari desa Senaru berbentuk tanjakan yang tiada henti. Tetapi sepanjang perjalanan, kita akan dilingkupi oleh pepohonan yang hijau. Saat sudah melewati kawasan perhutanan dan memasuki area puncak gunung, lihatlah ke belakang dan kita akan melihat hamparan pohon yang bergerak-gerak lembut tertiup angin. Walaupun menanjak, rute Senaru adalah rute yang paling dekat dengan puncak Rinjani.




Sembalun Lawang adalah rute yang paling banyak diambil pendaki pemula karena konturnya yang lebih datar. Perjalanan ini akan membawa kita mengarungi padang rumput sabana luas dengan hutan-hutan pinus. Kita lebih leluasa melihat Lombok dari ketinggian karena tidak tertutupi pepohonan. Kesulitan biasanya mulai dirasakan saat mulai meniti bagian bibir kawah gunung Plawangan Sembalun, tapi ini sebenarnya pertanda bahwa kita akan segera dibayar oleh pemandangan puncak Rinjani. (Puncak gunung Plawangan Sembalun ini mengantarkan kita ke bahu gunung Rinjani. Untuk mencapai puncak Rinjani, tinggal mengambil jalan lurus selama 3-4 jam.)




Momentum summit attack (3.726 meter dpl) Rinjani umumnya dilakukan di waktu dini hari agar ketika sampai bertepatan dengan terbitnya matahari. Setelah melihat matahari terbit, mata kita akan kembali dihibur ketika kawah Segara Muncar sedikit demi sedikit diterangi oleh matahari. Seakan-akan tiap keindahan disajikan dengan timing-nya sendiri-sendiri.

Tapi keindahan gunung tertinggi ketiga di Indonesia itu belum berakhir (oh, jauh sekali dari berakhir). Setelah kita kembali dari puncak Sembalun, ambil jalur ke kanan dan kita akan sampai di reward terbesar para pendaki Rinjani, danau Segara Anak.



Dari atas, Segara Anakan terlihat menyerupai laut. Warnanya biru sekali. Segara Anakan membentang dengan luas sekitar 11.000.000 meter persegi. Air mengalir dari danau sedalam 230 meter ini, membentuk sebuah air terjun pada jurang yang curam. Kadang, bau dupa atau kembang sesaji yang diletakkan oleh masyarakat beragama Hindu akan tertangkap hidung kita, membuat suasana menjadi terasa lebih spiritual.

Kalau bisa berkemah di tepian danau, asyik sekali. Di sini pendaki bisa memancing ikan mas dan mujair, dan berendam air panas. Konon, air Danau Segara Anak yang mengandung belerang ini dapat menyembuhkan penyakit kulit, rematik dan penyakit lainnya.



Pada tahun 1944, Dewi Anjani sepertinya ingin menambahkan sesuatu yang baru di Segara Anak. Maka, terjadilah letusan yang melahirkan gunung Baru (atau Barujari) di pinggir danau. Gunung Barujari yang memiliki kawah seluas 34.000 m persegi ini bisa menjadi alternatif bagi kamu yang masih belum puas hiking, tapi sudah terlalu lelah untuk mendaki puncak Rinjani. Sebagai catatan, gunung Barujari pernah meletus pada tahun 2009 dan 2004. Jadi, jangan lupa untuk mencari tahu status gunung ini dari para penjaga, ya.

Lalu yang pasti tidak akan mungkin kelewatan dalam perjalanan ”menaklukan” Rinjani adalah keindahan danau Segara Anakan.



Di Taman Nasional Gunung Rinjani juga terdapat 3 gua yang terkenal yaitu Gua Susu, Gua Payung, dan Gua Manik. Yang paling menarik adalah gua Susu, yang dikenal dapat menjadi media bercermin diri, sering di gunakan sebagai tempat bermeditasi. Menurut kepercayaan setempat, orang-orang yang berhati dengki akan mendapat kesulitan untuk memasuki gua. Lubangnya memang sempit. Namun sebaliknya, orang orang yang berhati mulia, bersih lahir batin akan dapat masuk sana. Percaya atau tidak, silakan dicoba  Yang jelas dalam Gua Susu, suhu cukup panas dan berasap sehingga dikatakan cocok untuk menyembuhkan segala macam penyakit di badan.